Saat mendengar istilah cat enamel, sebagian orang langsung membayangkan lapisan mengkilap yang kuat dan keras. Selain itu, banyak juga yang mengira cat enamel harus memakai solvent atau pengencer thinner.
Padahal, enamel lebih tepat dipahami sebagai karakter hasil pengecatan. Cat enamel dikenal karena mampu membentuk lapisan yang halus, keras, dan umumnya memiliki tampilan mengkilap.
Seiring perkembangan produk cat, enamel tidak hanya hadir dalam bentuk solvent based. Kini ada juga cat enamel water based, yaitu cat enamel berbasis air yang lebih hemat dan mudah digunakan karena tidak bergantung pada thinner.
Pengertian Cat Enamel Water Based
Cat adalah bahan cair yang setelah kering membentuk lapisan film di atas permukaan media. Tujuan dari pelapisan cat yaitu untuk memperindah, melindungi, dan memperkuat media.
Lapisan ini terbentuk dari beberapa komponen, seperti pigmen, binder atau resin, dan pelarut. Pigmen berfungsi memberi warna, binder untuk mengikat pigmen sekaligus membantu cat melekat, sedangkan pelarut menjaga cat tetap cair saat diaplikasikan.
Cat Enamel
Salah satu jenis hasil pengecatan yaitu cat enamel. Cat enamel merupakan cat yang menghasilkan lapisan akhir keras, halus, dan umumnya mengkilap setelah kering. Istilah enamel merujuk pada karakter finishing tersebut, bukan berarti cat harus selalu berbasis thinner.
Cat Enamel Water Based
Sementara itu, cat enamel water based adalah cat enamel yang menggunakan air sebagai pelarut. Jadi, istilah “water based” menjelaskan jenis pelarutnya, bukan menghilangkan karakter enamel pada cat tersebut.
Dengan kata lain, cat enamel berbasis air tetap memiliki ciri enamel, yaitu membentuk lapisan akhir yang halus dan kuat. Bedanya, proses penggunaannya lebih sederhana dan hemat karena pengencerannya memakai air, bukan thinner. Inilah yang membuatnya sering disebut cat enamel tanpa thinner.
Pada beberapa produk, cat enamel water based juga menggunakan resin akrilik. Dalam cat, akrilik berperan sebagai binder atau bahan pengikat. Binder inilah yang membantu pigmen menyatu, membentuk lapisan cat, dan memengaruhi daya rekat serta hasil akhir cat setelah kering.
Perbedaan Cat Enamel Water Based dan Cat Solvent Based
Perbedaan cat enamel water based dan cat solvent based paling mudah dilihat dari pelarutnya. Dari pelarut ini, efeknya bisa berpengaruh pada bau, waktu kering, cara pengenceran, dan proses membersihkan alat setelah pengecatan.
| Aspek | Cat Enamel Water Based | Cat Enamel Solvent Based |
|---|---|---|
| Pelarut | Air | Thinner, turpentine, atau pelarut kimia |
| Pengenceran | Cukup menggunakan air sesuai kebutuhan aplikasi | Membutuhkan thinner atau pelarut khusus |
| Bau | Tidak bau menyengat | Lebih kuat dan menyengat |
| Waktu kering | Cepat kering tergantung produk | Cepat kering tergantung produk |
| Pembersihan alat | Kuas dan alat aplikasi bisa dibersihkan dengan air sebelum cat mengering | Harus dibersihkan dengan thinner supaya sisa cat larut |
| Hasil akhir | Halus, rapi, kuat, mengkilap atau glossy | Kuat, keras, dan mengkilap atau glossy |
| Karakter lapisan | Tergantung resin dan komponen. Umumnya flesibel jadi tidak mudah retak. | Tergantung produk, cenderung lebih kaku |
Cat enamel water based lebih praktis dari sisi penggunaan karena tidak perlu thinner untuk pengenceran maupun pembersihan alat. Baunya juga tidak menyengat sehingga lebih nyaman dipakai.
Fungsi Cat Enamel untuk Kayu dan Besi
Pada kayu dan besi, cat enamel dipakai ketika permukaan membutuhkan finishing yang glossy dan kuat. Cat ini umum digunakan pada pagar besi, teralis, railing, pintu, kusen, meja, kursi, dan furnitur.
Beberapa fungsi cat enamel untuk kayu dan besi antara lain:
Memberi hasil akhir halus dan rapi
Cat enamel membantu permukaan terlihat lebih bersih, terutama pada material yang hasil akhirnya ingin terlihat rata dan solid.
Memberi tampilan glossy
Hasil akhir cat enamel umumnya tampak mengkilap. Karakter ini membuat permukaan kayu dan besi terlihat lebih menarik setelah dicat.
Digunakan pada permukaan besi
Cat enamel bisa digunakan untuk pagar besi, teralis, railing, pintu besi, dan rangka dekoratif.
Digunakan pada permukaan kayu
Pada kayu, cat enamel dapat diaplikasikan pada pintu, kusen, meja, kursi, rak, dan furnitur rumah.
Membentuk lapisan akhir setelah kering
Setelah diaplikasikan, cat enamel membentuk film tipis yang melekat pada permukaan. Lapisan inilah yang memberi karakter keras, halus, dan mengkilap pada hasil pengecatan.
Agar hasilnya maksimal, permukaan tetap perlu disiapkan dengan benar. Besi sebaiknya dibersihkan dari karat atau sisa cat lama yang mengelupas. Kayu juga perlu bebas dari debu, minyak, atau kotoran yang bisa mengganggu daya rekat cat.
Orchid Enamel Paint, Cat Akrilik Enamel Water Based untuk Kayu dan Besi
Orchid Enamel Paint adalah cat akrilik enamel water based untuk kayu dan besi. Produk ini menggunakan air sebagai pelarut, sehingga tidak membutuhkan thinner saat digunakan.
Alat pengecatan juga lebih mudah dibersihkan menggunakan air, lebih hemat ditengah mahalnya harga thinner.
Orchid Enamel Paint dapat digunakan pada pagar, teralis, railing, pintu, kusen, meja, kursi, dan furnitur. Karakter akrilik enamel pada produk ini mendukung hasil finishing yang halus dan rapi pada permukaan kayu maupun besi.
Keunggulan lain yang perlu dicatat adalah cepat kering, bebas bau, anti karat, aman, ramah lingkungan, dan tahan cuaca. Dengan karakter tersebut, Orchid Enamel Paint cocok untuk pengguna yang membutuhkan cat enamel untuk kayu dan besi tanpa menggunakan thinner.
Untuk pemesanan Orchid Enamel Paint dan informasi lebih lanjut seputar produk, silakan klik banner di bawah ini.
