Thinner dianggap sebagai bahan penting dalam proses pengecatan, baik untuk cat kayu maupun cat besi. Cat tidak bisa langsung diaplikasikan tanpa proses pengenceran terlebih dahulu. Salah satu bahan pengencer yang paling sering digunakan adalah thinner.
Namun sebenarnya, apa itu thinner dan mengapa bahan ini sangat berpengaruh terhadap hasil pengecatan? Apakah penggunaan thinner selalu wajib dalam proses finishing?
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian thinner, fungsi, cara pemakaian, hingga risiko yang perlu diperhatikan. Dengan memahami hal ini, proses finishing dapat berjalan lebih mudah dan hasil pengecatan menjadi lebih optimal.
Apa itu Thinner?
Thinner adalah bahan cair tambahan yang berfungsi untuk melarutkan atau mengencerkan cat besi, cat kayu, politur, serta berbagai bahan finishing lainnya. Perbandingan takaran antara cat dan thinner akan menentukan tingkat kekentalan cat.
Apabila perbandingan pencampuran tidak tepat, cat bisa menjadi terlalu encer atau terlalu kental. Kondisi ini dapat memengaruhi hasil pengecatan, seperti permukaan menjadi kasar, lapisan cat meleleh (runs), atau muncul tekstur kulit jeruk (orange peel).
Fungsi Thinner
Berikut empat fungsi thinner dalam proses pengecatan.

1. Mengencerkan atau melarutkan cat
Bahan finishing merupakan bahan padat yang cukup kental sehingga sulit diaduk dan diratakan. Karena itu, cat tidak bisa langsung diaplikasikan tanpa pengencer.
Thinner berguna untuk menurukan viskositas atau kekentalan dari bahan cat tersebut. Sehingga mudah diaplikasikan memakai kuas atau spray gun (alat semprot).
2. Berfungsi sebagai penguap supaya cat cepat kering.
3. Menambah Volume
4. Menambah Kilap
Jenis Thinner
Ternyata thinner terbagi dalam beberapa jenis. Bahan ini dibedakan berdasarkan karakter dan jenis kandungannya. Jenis thinner yang umum yakni thinner NC (Nitrocellulose) dan thinner PU (Polyurethane).
Meskipun terbagi dalam beberapa jenis kandungan. Namun hampir semua thinner tersebut dapat digunakan untuk mengencerkan setiap jenis cat. Meskipun kandungan antara jenis thinner dan cat berbeda.
Bahkan di lapangan, banyak pengguna mencampur thinner yang berbeda jenis dengan cat yang digunakan. Dengan tujuan menghemat biaya finishing.
Tetapi terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa hasil akan lebih optimal jika thinner NC dicampur dengan cat NC, dan thinner PU digunakan untuk cat PU.
Cara Pakai Thinner
Sebelum mencampur thinner dengan cat, tentukan terlebih dahulu perbandingan takaran yang akan digunakan. Kualitas hasil pengecatan sangat ditentukan oleh komposisi pencampuran serta metode aplikasi yang tepat.
Terdapat teori umum yang menyebutkan perbandingan campuran cat dan thinner adalah 1 : 1, artinya setiap 1 liter cat dicampur dengan 1 liter thinner. Namun, perbandingan ini tidak selalu menghasilkan hasil terbaik untuk semua kondisi.
Dalam praktiknya, produsen biasanya merekomendasikan perbandingan antara 1 : 1 hingga 1 : 1,5. Oleh karena itu, sebaiknya ikuti takaran yang tertera pada label produk agar hasil pengecatan lebih maksimal.
Bahaya Thinner
Sayangnya dibalik kegunaan thinner, bahan ini menyimpan risiko yang cukup besar. Thinner termasuk bahan kimia berbahaya yang mudah terbakar dan memiliki tingkat penguapan tinggi.
Dalam kondisi suhu panas, thinner dapat dengan cepat menguap dan berpotensi memicu kebakaran.
Thinner juga membawa dampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan. Paparan uap thinner dalam jangka waktu lama dapat mengganggu sistem pernapasan, menyebabkan iritasi, hingga menimbulkan efek kesehatan lainnya.
Karena berbagai risiko yang ditimbulkan, saat ini banyak pengguna mulai beralih dari cat solvent yang memerlukan thinner ke jenis cat water based.
Cat water based merupakan jenis cat dengan pelarut air, sehingga tidak membutuhkan thinner dalam proses pencampurannya.
Penggunaan air sebagai pelarut membuat cat water based lebih aman, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan.
Baca juga : Bahaya Timbal pada Cat Besi dan Cara Memilih Produk yang Aman
Apakah Penggunaan Thinner Wajib?
Penggunaan thinner sebenarnya tidak bersifat wajib. Bahkan, pemakaiannya perlu dikurangi karena thinner termasuk bahan kimia yang memiliki risiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.
Sebagai alternatif, beralih ke cat water based lebih disarankan karena lebih aman digunakan dan dapat menghemat biaya. Dengan menggunakan cat jenis ini, pengguna tidak perlu lagi membeli thinner.
Orchid Enamel Paint adalah cat water based untuk besi dan kayu, sehingga tidak memerlukan thinner. Cat ini tersedia dalam berbagai pilihan warna menarik.
Orchid Enamel Paint memiliki ketahanan terhadap air dan cuaca. Untuk aplikasi pada besi, cat ini juga dilengkapi kemampuan anti karat.
Silakan klik banner di bawah ini untuk menanyakan terkait produk Orchid Enamel Paint.