Orchid Enamel Paint

7 Cara Mengecat Besi Tempa agar Rapi dan Ukiran Tetap Jelas

besi bertekstur atau berpola rumit

Mengecat besi tempa dengan ukiran yang rumit memang tak semudah bidang datar. Sering kali ada bagian yang sulit terjangkau, alhasil warna cat besi tempa menjadi belang.

Masalah lainnya ketika cat terlalu tebal sehingga menutup ukiran pola. Pola yang sebelumnya terukir indah menjadi lebih datar. Warna cat yang berfungsi memperindah justru menurunkan nilai estetikanya.

Oleh karena itu, pengecatan besi jenis ini memerlukan teknik khusus, perlu ketelitian dan fokus. Agar hasil pengecatan merata dan ukiran tetap tampak jelas, Anda bisa menerapkan 7 cara di bawah ini.

1. Kenali Jenis Permukaan Besi Tempa

Sebelum mulai pengecatan, pahami terlebih dahulu jenis permukaan besi. Apakah permukaannya datar dan rata, atau justru bergelombang, kasar dan bertekstur rumit.

Ini menentukan teknik dan tingkat ketelitian saat mengecat besi nantinya.

Contoh permukaan yang memiliki permukaan rumit antara lain:

Permukaan-permukaan ini umumnya memiliki celah sempit, bentuk tidak rata, dan detail kecil yang membuat proses pengecatan lebih menantang.

Memahami bentuk dan karakter permukaan besi penting agar bisa menentukan alat, jenis cat, dan teknik aplikasi yang paling sesuai.

2. Bersihkan Permukaan secara Menyeluruh

Permukaan besi harus bersih, karena kotoran bisa menghambat perekatan cat dan membuat hasil terasa kasar. Membersihkan besi juga mencegah cat rontok, menggelembung, atau belang setelah kering.

Meski bebas noda, Anda tetap disarankan mengelap permukaannya dengan kain. Ini untuk memastikan tidak ada debu yang tertinggal.

Terkadang, besi juga terasa lengket akibat minyak. Minyak tersebut juga harus dibersihkan terlebih dahulu.

Gunakan sikat berbulu lembut untuk menjangkau area sempit, terutama di sekitar ornamen atau sudut pipa. Amplas dan pastikan tidak ada karat yang tersisa.

Untuk permukaan besi yang pernah dicat, hilangkan lapisan cat lama yang mengelupas agar lapisan baru bisa menempel.

3. Gunakan Cat Besi Praktis yang Langsung Pakai tanpa Primer

Sebagian cat besi masih memerlukan lapisan primer. Untuk permukaan bertekstur dan berpola rumit, sebaiknya hindari jenis cat ini.

Permukaan besi berpola atau bertekstur cenderung sulit dijangkau, sehingga teknik pengecatan harus efisien.

Cat besi yang praktis hanya memerlukan satu bahan cat saja. Di dalamnya sudah mengandung fungsi primer dan perlindungan. Jenis cat ini lebih hemat waktu dan tenaga, sekaligus meminimalisir resiko kesalahan.

Gunakan cat yang mudah diatur vikositasnya. Cat yang terlalu pekat akan menutup ornamen, sebaliknya jika pengencerannya berlebihan bisa menetes dan tidak merata.

4. Gunakan Spray Gun untuk Permukaan Rumit

Baik kuas maupun alat semprot, keduanya umum digunakan mengecat besi. Hasilnya sama-sama bagus.

Tetapi, teknik semprot lebih disarankan karena mampu menjangkau celah sempit dan menghasilkan lapisan yang lebih merata.

Semprotkan cat dari jarak sekitar 15-20 cm dan pastikan Anda melakukannya dengan gerakan yang terkendali. Pasitikan semburan cat masuk ke bagian tersembunyi tanpa menumpuk.

Selain itu, teknik semprot juga mempercepat proses kerja.

5. Biarkan Cat Kering dan Mengeras dengan Baik

Setelah pengecatan selesai, tunggu sampai lapisan finishing kering sepenuhnya. Kemudian baru bisa dipakai dan dikemas.

Permukaan yang baru dicat tidak boleh tersentuh selama pengeringan. Jika cat belum benar-benar mengeras, berisiko rusak, tergores dan terkena sidik jari.

6. Periksa Hasil Pengecatan

Setelah seluruh proses tersesaikan, jangan langsung berpuas diri. Ada baiknya mengecek hasil apakah sudah tersebar merata atau masih ada bagian yang belang.

Jika hasil pengecatan aman dan terhindar dari kekurangan di atas. Maka pengecatan besi tempa sudah bisa memberikan hasil rapi dan merata.

7. Menyesuaikan Teknik dengan Alat yang Dimiliki

Tidak semua orang memiliki peralatan lengkap seperti spray gun atau kompresor. Namun, itu bukan menjadi hambatan untuk mengecat besi tempa.

Jika Anda hanya memiliki kuas, pilih kuas dengan bulu halus atau kuas spons. Untuk menjangkau sela sempit atau ornamen cekung.

8. Gunakan Cat Anti Karat yang Awet dan Tahan Cuaca

Pengecatan besi tempa dengan ukiran rumit cukup menantang sehingga harus memilih cat yang terjamin tahan lama. Dengan begitu tidak perlu sering melakukan pengecatan ulang.

Sangat disayangkan jika hasil finishing sudah sesuai harapan namun cepat rusak.

9. Lindungi Area Sekitar Sebelum Mengecat

Besi tempa sering terpasang permanen pada pagar, balkon, atau kanopi. Sebelum mulai mengecat, lindungi dinding, lantai, atau bagian lain di sekitarnya dengan plastik atau koran.

Langkah ini penting terutama jika menggunakan spray gun. Percikan halus bisa menyebar dan menempel pada permukaan lain tanpa disadari.

Dengan menutup area sekitar, Anda bisa bekerja lebih fokus tanpa khawatir noda cat merusak bagian lain.

10. Mengecat di Pencahayaan yang Baik

Pencahayaan yang cukup sangat penting saat mengecat besi tempa berukiran. Detail ukiran yang kecil sering menciptakan bayangan alami, sehingga bagian yang belum tertutup cat bisa terlihat seolah-olah sudah merata.

Dengan pencahayaan yang baik, Anda dapat melihat distribusi cat secara lebih jelas, terutama di bagian cekungan dan sisi dalam ornamen. Hal ini membantu mencegah area terlewat atau lapisan yang tampak tipis.

Jika memungkinkan, lakukan pengecatan di area terang atau tambahkan lampu kerja agar setiap detail ukiran terlihat jelas selama proses berlangsung.

Pengecatan Pagar Besi Tempa dengan Ukiran Tidak Sulit

Mengecat permukaan yang berpola memang membutuhkan ketelitian serta kesabaran lebih tinggi dibandingkan permukaan datar.

Namun, dengan memilih cat yang tepat, melakukan persiapan dengan benar, dan menerapkan teknik aplikasi yang sesuai, siapa pun bisa mendapatkan hasil akhir yang rapi dan profesional.

Ingat, kunci dari cara mengecat besi tempa dengan ukiran adalah ketelitian dan kesabaran. Jangan buru-buru, dan jangan lupakan detail kecil.

Untuk hasil terbaik, kami merekomendasikan Orchid Enamel Paint. Cat ini praktis, tidak perlu primer, ampuh melindungi dari karat dan cuaca, selain itu waktu pengeringannya juga cepat. Cat ini merupakan jenis water based sehingga Anda pun hanya butuh air sebagai pengencer.

Baca juga : Tips Finishing Cat Besi agar Hasil Tidak Belang saat Terkena Cahaya

Baca juga : 5 Teknik Pengecatan Besi Anti Karat dengan Spray Gun

Untuk pemesanan Orchid Enamel Paint dan informasi lebih lanjut, silahkan klik banner di bawah ini.

CTA Orchid

Exit mobile version