Pertanyaan “apakah baja ringan bisa berkarat” sering muncul, terutama setelah beredarnya kasus rangka atap baja ringan yang rusak dan membahayakan penghuni bangunan. Banyak orang kemudian beranggapan baja ringan tidak tahan lama.
Sebenarnya, baja ringan memang bisa berkarat, namun seberapa cepat prosesnya terjadi sangat dipengaruhi oleh kualitas material, perlindungan, dan cara pemasangan.
Semua jenis baja memiliki potensi korosi, dan seperti dijelaskan Dosen Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, baja ringan tetap termasuk material baja sehingga risiko karat tetap ada.

Penyebab Baja Ringan Berkarat
Ada beberapa hal yang membuat baja ringan berkarat, dan sebagian besar bisa dicegah jika kita tahu penyebabnya. Berikut beberapa faktor pemicu karat pada baja ringan:
1. Komposisi Material
Baja ringan biasanya mengandung aluminium dan seng. Lapisan aluminium atau seng yang terlalu tipis tidak cukup menahan reaksi kimia dengan udara lembap.
Aluminium melindungi permukaan baja karena membentuk lapisan oksida, sementara seng menjaga inti baja tetap aman. Jika lapisan seng menipis atau rusak, perlindungan ini berkurang sehingga risiko karat meningkat.
2. Kualitas Produk
Harga baja ringan berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp150.000 per meter persegi. Produk murah sering kali memiliki lapisan tipis atau tidak sesuai standar, sehingga lebih mudah berkarat.
Sebaliknya, baja ringan berkualitas menggunakan lapisan A2 100 yang lebih tebal, stabil, dan tahan korosi. Memilih produk hanya berdasarkan harga tanpa memperhatikan kualitas bisa meningkatkan risiko karat.
3. Paparan Lingkungan
Udara lembap, hujan, dan uap air, terutama di daerah pesisir menjadi faktor pernyebab munculnya karat. Bagian rangka atap yang sering terpapar cuaca biasanya lebih rawan mengalami korosi.
4. Kesalahan Pemasangan
Pemasangan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan baja ringan berkarat. Contohnya, ketika baja ringan ditanam dan terjadi kontak langsung dengan semen yang masih basah.
Semen tersebut telah dicampur air, sehingga terjadi reaksi kimia pada pemukaan baja ringan. Sebagai solusi, pasang baja ringan pada semen yang sudah kering atau gunakan kolom beton.
Tidak hanya itu, goresan, potongan, atau sambungan terbuka saat pemasangan juga bisa jadi pemicu karat.
Bahaya Baja Ringan yang Berkarat
Karat pada baja ringan bukan sekadar perubahan warna. Korosi akan menurunkan kekuatan struktur secara bertahap. Dalam kondisi tertentu, rangka bisa melengkung, menjadi rapuh, dan tidak mampu menopang beban atap dengan aman.
Kondisi ini sangat berisiko pada bangunan rumah, sekolah, atau fasilitas umum, karena bisa membahayakan penghuni dan mengurangi umur bangunan.
Solusi untuk Mencegah Karat pada Baja Ringan
Untuk mencegah baja ringan berkarat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan
1. Pilih Produk yang Berkualitas
Memilih baja ringan berkualitas sangat penting, terutama untuk lokasi dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
2. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Pengecekan secara berkala memungkinkan karat terdeteksi sejak awal, sehingga perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakan menyebar.
3. Gunakan Cat Anti Karat
Lapisan cat tidak hanya menambah estetika, membuat tampilan lebih berwarna, menarik, dan serasi dengan tema desain, tetapi juga melindungi baja ringan dari karat. Cat berkualitas membantu memperlambat proses oksidasi dan menjaga kekuatan baja.
Orchid Enamel Paint adalah cat untuk logam, termasuk baja ringan. Cat ini memiliki perlindungan anti karat yang kuat, tahan cuaca, cara pakainya praktis, tidak berbau menyengat, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna menarik yang bisa memperindah tampilan baja ringan.
Baca juga : Plus Minus Rangka Baja Ringan dan Baja Konvensional
Silahkan klik banner di bawah ini untuk pemesanan Orchid Enamel Paint dan informasi lebih lanjut.



