Sebelum membandingkan campuran cat besi dengan air dan thinner, ada satu hal yang perlu diluruskan. Air dan thinner tidak bisa digunakan sembarangan untuk semua jenis cat besi.
Air digunakan untuk cat besi water based, sedangkan thinner dipakai untuk cat besi solvent based atau cat minyak. Meskipun pemilihannya ditentukan oleh jenis cat, keduanya tetap memiliki perbedaan dari sisi biaya, kenyamanan, hingga kesehatan.
Untuk dapat memilih campuran cat besi yang tepat, mari simak perbedaan air dan thinner di dalam artikel ini.
Perbedaan Campuran Cat Besi Pakai Air dan Thinner
Dengan memahami perbedaan campuran cat besi air dan thinner, maka Anda bisa menentukan campuran yang paling sesuai dengan kebutuhan finishing besi.
1. Jenis cat yang dipakai

Inilah letak perbedaannya, memilih campuran cat besi ditentukan oleh jenis cat yang digunakan. Cat minyak atau cat besi solvent based perlu diencerkan dengan solvent atau yang sering dipakai yaitu thinner.
Sementara itu, cat besi water based menggunakan air sebagai bahan campuran. Karena alasan itu, Anda perlu memahami jenis produk dan membaca petunjuk terlebih dahulu.
2. Bau saat proses aplikasi
Thinner dikenal memiliki bau tajam dan cukup menyengat. Karena itu, banyak pengguna merasa kurang nyaman saat mengecat dengan thinner.
Sebaliknya, campuran air cenderung tidak berbau tajam. Karena itu, proses pengecatan terasa lebih nyaman, bahkan saat digunakan di area indoor.
3. Biaya yang dikeluarkan
Selain memengaruhi aplikasi, bahan campuran juga memengaruhi anggaran. Saat memakai cat solvent based, Anda perlu membeli thinner.
Di sisi lain, air sebagai campuran cat besi bisa diperoleh dengan mudah tanpa biaya tambahan. Karena itu, banyak orang beralih ke cat besi water based untuk menekan biaya pengecatan.

4. Dampaknya bagi kesehatan
Dampak kesehatan akibat thinner tidak bisa dianggap remeh. Di dalam thinner terkandung beberapa senyawa kimia, salah satunya toluena.
Toluena (C6H5CH3) merupakan senyawa yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan beraroma menyengat. Senyawa ini dapat menimbulkan berbagai efek kesehatan seperti sakit kepala, iritasi kulit, gangguan pernapasan, penyakit hati, penyakit ginjal, serta gangguan sistem saraf pusat.
Itulah sebabnya thinner berisiko jika terhirup dalam jumlah banyak. Selain terhirup, thinner juga dapat menimbulkan risiko saat tertelan maupun terkena kulit secara langsung.
Bahaya thinner inilah yang menjadi salah satu alasan cat besi water based semakin berkembang. Dengan mengganti thinner menggunakan air, proses pengecatan bisa terasa lebih aman dan nyaman.
5. Pembersihan alat setelah selesai
Setelah pengecatan selesai, alat aplikasi seperti kuas dan spray gun harus langsung dibersihkan. Pada cat water based, kuas, spray gun, atau wadah campur dapat dibersihkan dengan air.
Sebaliknya, sisa cat solvent based memerlukan thinner untuk membersihkan alat. Hal ini karena cat solvent sukar larut dalam air.
Memakai thinner untuk membersihkan peralatan aplikasi tentu akan menambah biaya kebutuhan thinner, serta meningkatkan risiko lainnya seperti kesehatan dan keamanan.
6. Biaya finishing besi
Seperti yang sudah dibahas di atas, thinner digunakan sebagai bahan campuran cat besi sekaligus untuk membersihkan alat pengecatan. Kebutuhan thinner bisa cukup banyak, sementara harganya tengah mengalami kenaikan. Saat harga minyak dunia naik, biaya thinner juga dapat ikut terdampak karena sebagian kandungannya merupakan turunan minyak bumi.
7. Risiko kebakaran
Thinner adalah senyawa berukuran partikel sangat kecil dan mudah menguap. Uap thinner ini sangat rentan terbakar.
Itu sebabnya pengguna perlu menjauhkan dari sumber panas dan titik api. Meskipun begitu risiko ini tetap ada. Dalam beberapa kasus kebakaran diantaranya diakibatkan oleh thinner yang tersambar percikan api.
Dari berbagai pertimbangan tersebut, kini banyak pengguna beralih dari campuran cat besi berbasis thinner ke cat besi dengan campuran air karena lebih hemat, lebih nyaman, dan lebih aman.
Cara Mencampur Cat Besi dengan Air yang Benar
Jika Anda ingin memakai cat besi water based dengan campuran air, Anda perlu mengetahui cara pencampuran yang tepat. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti.
1. Pastikan cat yang dipakai memang water based
Langkah ini wajib dilakukan lebih dulu. Jangan mencampur semua cat besi dengan air. Anda perlu memastikan label atau petunjuk produk memang menyatakan bahwa cat tersebut berbasis air (water based).
2. Siapkan wadah yang bersih
Selanjutnya, siapkan wadah terpisah untuk proses pencampuran. Wadah yang bersih membantu menjaga kualitas cat tetap baik. Jika wadah kotor, debu atau sisa bahan lain bisa ikut tercampur dan mengganggu hasil finishing.
3. Tuang cat secukupnya
Agar lebih mudah mengontrol kekentalan, tuang dulu cat sesuai kebutuhan kerja. Dengan cara ini, Anda tidak perlu mencampur seluruh isi kemasan sekaligus. Selain lebih aman, langkah ini juga mengurangi risiko pemborosan.
4. Tambahkan air sesuai takaran
Ini bagian yang paling penting. Tambahkan air sesuai perbandingan yang ditentukan oleh produk. Jika Anda memakai Orchid Enamel Paint maka gunakan perbandingan 4 bahan : 1 air.
5. Aduk sampai merata
Setelah air masuk, aduk campuran hingga benar-benar homogen. Pengadukan yang merata membuat cat lebih stabil saat diaplikasikan. Selain itu, cat juga akan lebih mudah menyebar pada permukaan besi.
Dengan tahapan di atas, campuran cat besi sudah siap digunakan untuk proses pengecatan yang lebih hemat dan optimal.
Anda bisa memakai Orchid Enamel Paint sebagai cat besi water based dengan pilihan warna solid yang beragam. Selain cukup menggunakan air sebagai pelarut, cat ini juga tidak memerlukan primer maupun top coat.
Jadi, cukup satu bahan cat saja untuk menutup permukaan besi dengan rapi sekaligus membantu melindunginya dari berbagai faktor kerusakan.
Untuk pemesanan Orchid Enamel Paint dan informasi lebih lanjut seputar produk, silakan klik banner di bawah ini.

